SEMARAK SEDEKAH BUMI DESA SUKOSONO 2016

Sukosono – Tradisi  adalah suatu kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu desa, wilayah, ataupun negara. Hal yang paling mendasar  dari tradisi yaitu adanya informasi yang di teruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi akan punah.

Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. Baik tradisi cultural yang semuanya ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat jawa, hingga sangat sulit untuk mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait dengan jumlah trasi kebudayaan yang ada dalam masyarakat jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat jawa yang hingga sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah sedekah bumi atau biasa dikenal dengan kabumi. Tradisi sedekah bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang orang jawa jaman dahulu. Ritual sedekah bumi atau kabumi  ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berpotensi sebagai petani, nelayan yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak saudara atau sanak keluarga mereka dari mengais riski dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi.
Ritual sedekah bumi di Desa Sukosono, kecamatan kedung kabupaten Jepara berjalan lancar dan sukses. Rangkaian acara di mulai pada hari selasa (23/08), di mulai dengan ritual penyembelianhewan (sapi) untuk dimakan oleh seluruh warga dan tamu, dan acara di buka dengan acara khotmil qur’an oleh para hafidz gdan hafizdah desa sukosono yang dilaksakan dibalai desa. Kemudian dilanjut acara ziarah waliyullah ke punden desa sukosono, yang bertempat di makam mbah datuk singaraja yang diikuti oleh perangkat, panitia dan warga desa sukosono. Dilanjut malamnya tasyakuran warga yang bertempat di balaidesa, yang di hadiri tokoh – tokoh, sesepuh -sesepuh desa dan warga desa sukosono. Acara berlangsung khusuk dan lancar tanpa halangan suatu apapun. Salah satu warga mengatakan ” kegiatan syukuran ini berlangsung setiap tahunya, yang berguna untuk menyelameti desa dan di jauhkan dari mala bahaya “, ujar salah satu warga.


Setelah acara tasyakuran selesai, dilanjukan terbang telon oleh warga setempat.
Hari Rabu (24/08/2016), kegiatan di lanjut dengan donor darah yang yang bertempat di sebelah selatan balai desa, di rumah bapak purnomo lebih tepatnya. Kemudian acara di lanjut dengan jamuan agung yang dihadiri guru – guru  sedesa sukosono dan instansi – instansi yang berada di kecamatan kedung. Jamuan agung juga di hadiri oleh bapak camat kedung beserta rombongan dari kecamatan. Dan dengan berjalanya waktu dilanjutkan dengan di mulaianya pagelaran wayang dan juga kirab tumpeng, festival egrang dan kitiran.
Festival ini pertama kali dilaksanakan di desa sukosono yang untuk memeriahkan sedekah bumi desa sukosono 2016. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan antusias warga, siswa-siswi , pemuda yang sangat luar biasa membanjiri sejalan balai desa yang terpusat di balai desa sukosono. Panitia mengatakan, ” ini adalah kegiatan yang pertama kali di laksanakan, dan sungguh tidak kami sangkaantusias peserta yang sangat luar biasa ini patut kami beri aprisiasi, dan kami berharap acarafestival budaya ini akan terus kami laksanakan setiap tahunya”. Ujar panitia pelaksana.
Setelah festival di lanjutakan Kenduri desa oleh perangkat, panitia, dan warga sekitar. kemudian malanya di lanjut penyerahan  hadiah utama yang diserahkan langsung oleh bapak Pj. Petinggi (Suhato) desa sukosono. Dan setelah itu dilanjut pagelaran wayang kembali, semalam suntuk. (sumber:pemudadesasukosono)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan