Kabar Desa

SEMARAK MERDEKA DESA SUKOSONO

Sebanyak 22 dari 32 RT Ibu PKK Desa Sukosono begitu antusias mengikuti Lomba Paduan Suara Mars PKK & Mars Jepara yang bertempat di Balai Desa Sukosono Pagi ini.
Merela rela meninggalkan dapurnya untuk ikut berpartisipasi memeriahkan acara tahunan 17 Agustusan yang ke 73 ini.
Berbagai ragam kostum dan accesoris menghiasi ibu – ibu tersebut. Luarr Biasaa… !!!

#PKKSUKOSONO

#PEMDESSUKOSONO

 

 

Semarak SULTAN FATTAH Sukosono

semoga sukses…

https://www.facebook.com/sultan.fattah.5249?__tn__=%2CdlC-R-R&eid=ARBUJxP717-ra1iQ81ypNe6lyLAleGnLrrObhoWcc7gc4mH3KIzKtu2UL01yvCVK0oQx5qYnD5QiRUHn&hc_ref=ARRIihbDLv0WTQCn-NMx7bz_Zvl9UR58tvc5G6erh-Lybh3KUEU8XRPwxu01RyY0-vg

WELCOME TO DIVISI 2 PS. SINGARAJA SUKOSONO

Senin, 17 September 2018 di Stadion Kamal Junaidi Jepara

PS. SINGARAJA Sukosono berhasil mengungguli PERSIT Tengguli dengan Skor  4-2, dengan hasil ini membawa PS. SINGARAJA Sukosono masuk ke Divisi 2 Piala Askab Jepara.

*) Selamat bertanding

*) Salam Olahraga Desa Sukosono

JENANG KHAS SUKOSONO

Desa Sukosono mempunyai potensi produk unggulan berupa Jenang. Pengrajin Jenang banyak bermunculan terutama di sekitar RT 21, 22 dan 23. Mereka biasanya banyak mendapat pesanan untuk acara Hajatan warga. Tidak hanya warga desa Sukosono sendiri namun pesanan juga datang dari warga desa-desa di kecamatan Kedung dan kecamatan disekitarnya seperti Desa Petekeyan, Sukodono, Langon dll.

Para Pengrajin selama ini hanya menunggu pesanan saja, sehingga kurang berkembang. Mereka belum berani memperluas pasar dan produksinya. Rata-rata terkendala modal dan keberanian untuk berspekulasi pasar.

Sehigga hal tersebut mendorong KKN Undip 2018 membina pengrajin Jenang untuk teknik pengemasan dan penjualan. Terbentuklah Brand “Jempol” Jenang Khas Sukosono yang mudah-mudahan menjadi embrio perkembangan Jenang Khas Sukosono.

SUKOSONO FESTIVAL 2018

Antusias yang luar biasa dari warga Sukosono dalam kegiatan SUKOSONO FESTIVAL 2018 dalam rangka Sedekah Bumi dengan Tema “Merajut kebersamaan, Sukosono Rejo Mulyo”..
#sedekahbumi
#sukosono
#festivaltumpeng

Dokumentasi Berbagai Kegiatan Sedekah Bumi Hari Selasa, 24 Juli 2018 :
– Khotmil Qur’an oleh Hafidz dan Hafidzah sedesa Sukosono
– Ziarah di Makam Kamdowo
– Tasyakuran Malam Tirakatan
– Terbang Telon

 

https://www.facebook.com/profile.php?id=100013541828536

SEMARAK SEDEKAH BUMI DESA SUKOSONO 2016

Sukosono – Tradisi  adalah suatu kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu desa, wilayah, ataupun negara. Hal yang paling mendasar  dari tradisi yaitu adanya informasi yang di teruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi akan punah.

Masyarakat jawa memang terkenal dengan beragam jenis tradisi atau budaya yang ada di dalamnya. Baik tradisi cultural yang semuanya ada dalam tradisi atau budaya jawa tanpa terkecuali. Dari beragam macamnya tradisi yang ada di masyarakat jawa, hingga sangat sulit untuk mendeteksi serta menjelaskan secara rinci terkait dengan jumlah trasi kebudayaan yang ada dalam masyarakat jawa tersebut. Salah satu tradisi masyarakat jawa yang hingga sampai sekarang masih tetap eksis dilaksanakan dan sudah mendarah daging serta menjadi rutinitas bagi masyarakat jawa pada setiap tahunnya adalah sedekah bumi atau biasa dikenal dengan kabumi. Tradisi sedekah bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang orang jawa jaman dahulu. Ritual sedekah bumi atau kabumi  ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berpotensi sebagai petani, nelayan yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak saudara atau sanak keluarga mereka dari mengais riski dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi.
Ritual sedekah bumi di Desa Sukosono, kecamatan kedung kabupaten Jepara berjalan lancar dan sukses. Rangkaian acara di mulai pada hari selasa (23/08), di mulai dengan ritual penyembelianhewan (sapi) untuk dimakan oleh seluruh warga dan tamu, dan acara di buka dengan acara khotmil qur’an oleh para hafidz gdan hafizdah desa sukosono yang dilaksakan dibalai desa. Kemudian dilanjut acara ziarah waliyullah ke punden desa sukosono, yang bertempat di makam mbah datuk singaraja yang diikuti oleh perangkat, panitia dan warga desa sukosono. Dilanjut malamnya tasyakuran warga yang bertempat di balaidesa, yang di hadiri tokoh – tokoh, sesepuh -sesepuh desa dan warga desa sukosono. Acara berlangsung khusuk dan lancar tanpa halangan suatu apapun. Salah satu warga mengatakan ” kegiatan syukuran ini berlangsung setiap tahunya, yang berguna untuk menyelameti desa dan di jauhkan dari mala bahaya “, ujar salah satu warga.


Setelah acara tasyakuran selesai, dilanjukan terbang telon oleh warga setempat.
Hari Rabu (24/08/2016), kegiatan di lanjut dengan donor darah yang yang bertempat di sebelah selatan balai desa, di rumah bapak purnomo lebih tepatnya. Kemudian acara di lanjut dengan jamuan agung yang dihadiri guru – guru  sedesa sukosono dan instansi – instansi yang berada di kecamatan kedung. Jamuan agung juga di hadiri oleh bapak camat kedung beserta rombongan dari kecamatan. Dan dengan berjalanya waktu dilanjutkan dengan di mulaianya pagelaran wayang dan juga kirab tumpeng, festival egrang dan kitiran.
Festival ini pertama kali dilaksanakan di desa sukosono yang untuk memeriahkan sedekah bumi desa sukosono 2016. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan antusias warga, siswa-siswi , pemuda yang sangat luar biasa membanjiri sejalan balai desa yang terpusat di balai desa sukosono. Panitia mengatakan, ” ini adalah kegiatan yang pertama kali di laksanakan, dan sungguh tidak kami sangkaantusias peserta yang sangat luar biasa ini patut kami beri aprisiasi, dan kami berharap acarafestival budaya ini akan terus kami laksanakan setiap tahunya”. Ujar panitia pelaksana.
Setelah festival di lanjutakan Kenduri desa oleh perangkat, panitia, dan warga sekitar. kemudian malanya di lanjut penyerahan  hadiah utama yang diserahkan langsung oleh bapak Pj. Petinggi (Suhato) desa sukosono. Dan setelah itu dilanjut pagelaran wayang kembali, semalam suntuk. (sumber:pemudadesasukosono)