Kabar Desa

GEBYAR DANGDUT PEMUDA SUKOSONO SATU

GEBYAR DANGDUT Pesta Rakyat “Pemuda Sukosono Satu” 
 
 

 
Ahad, 19 Maret 2017, Pemuda desa suskosono mengadakan acara gebyar dangdut “Om Romansa”. Acara ini bertujuan untuk menjalin tali silaturohiem dan mempersatukan pemuda desa sukosono, tanpa membedakan blog, tim, daerah maupun golongan.
Acara ini berlangsung lancar dan damai, meskipun sempat ada beberapa insiden, tetapi bisa diamankan oleh pihak kepolisian.


Mobil Pribadi di Jadikan Ambulace Desa

BANTUL – Terpanggil untuk membantu sesama, seorang warga Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul menyulap Mobil Suzuki Carry tahun 1986 miliknya pribadi menjadi Ambulans Desa.
Hebatnya, selama ini pemilik mobil tersebut tak pernah memungut biaya sepeserpun dari warga yang meminta diantar berobat.
Adalah Djubarso, Sang pemilik mobil Ambulans Desa itu. Saat ditemui dikediamannya, Djubar sapaan karib Djubarso tampak bersahaja.
Mengenakan kaus putih kombinasi lengan hijau bertuliskan GOLEK, dan memakai celana pendek biru kombinasi putih, ia duduk di atas kursi teras rumahnya, lalu menceritakan awal mula mobil pribadinya yang kemudian dijadikan Ambulans Desa.
“Sebenarnya Ambulans Desa milik saya ini sudah beroperasi lama, sejak tahun 90-an. Kalau niat awal memang sengaja mobil ini untuk keperluan-keperluan sosial, buat membantu sesama,” jelas pria paruh baya yang kulitnya mulai keriput ini, Selasa (29/11/2016).
Sebagai mobil ambulans, Ambulans Desa milik Djubar bebas digunakan semua kalangan. Bahkan selama ini ia mengaku tak pernah mematok tarif bagi warga yang ingin menggunakan mobil Ambulans Desa.
“Seringnya saya yang nyopir sendiri. Tapi kalau ada warga yang mau makai, dan sudah ada supirnya saya persilahkan untuk membawa sendiri mobil ini,” tambahnya.
Untuk membiayai operasional Mobil Ambulans Desa, Djubar mengaku mengeluarkan uang pribadinya.
Hal itu semua dilakukannya karena keterpanggilan jiwa sosial, sementara untuk pengganti biaya yang ia keluarkan, Djubar serahkan sepenuhnya pada tuhan.
“Tapi ya terkadang ada warga yang habis makai, terus datang ke rumah bawa oleh-oleh. Pernah ada yang sampai bawa pisang ke rumah sebagai tanda terimakasih,” ujarnya.
Kini telah 26 tahun Mobil Suzuki Carry 1986 miliknya digunakan sebagai Ambulans Desa. Djubar tak lagi tahu telah berapa orang yang pernah diantarnya untuk berobat.
“Terkadang ada yang tengah malam jam 01.00 gedor-gedor pintu rumah, minta tolong diantar ke Puskesmas atau rumah sakit. Ibu-ibu hamil juga pernah saya antar pakai mobil ini,” kenangnya. (*) /sumber:tribunjogja

Subroto Akhirnya Punya Lawan di Pilkada Jepara

Ahmad Marzuqi (kiri) bersama Dian Kristiandi

Ahmad Marzuqi (kiri) bersama Dian Kristiandi menunjukkan rekomendasi yang diperoleh dari PDIP.
Wakil Bupati Jepara Subroto yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon tunggal di Pilkada Jepara akhirnya punya lawan. Hal ini menyusul dengan turunnya rekomendasi PDIP Jepara kepada Ahmad Marzuqi sebagai calon Bupati Jepara.
Selain menunjuk Ahmad Marzuqi, rekomendasi partai pemenang pemilu tersebut juga menunjuk Dian Kristiandi sebagai bakal calon Wakil Bupati Jepara pada Pilkada 2017 mendatang.
Kepastian tersebut muncul dari acara konsolidasi pemenangan Pilkada 2017 DPD PDI-P Jawa Tengah, di hotel santika Semarang, pada Selasa (20/9/2016) sore. Selain menurunkan rekomendasi untuk Pilkada Jepara juga untuk beberapa kota atau kabupaten se-Jawa Tengah yang memiliki gawe Pilkada tahun 2017.
Ahmad Marzuqi yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Jepara ini sebelumnya mengikuti penjaringan bakal calon Bupati Jepara di DPD PDI-P Jawa Tengah. Marzuqi juga masih berstatus sebagai ketua DPC PPP Jepara.
Sedangkan Dian Kristiandi merupakan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Ia juga merupakan ketua DPC PDI-P Jepara. Meski ia sebelumnya tidak mengikuti penjaringan bakal calon Bupati di partainya, namun DPP PDI-P memberikan amanah bakal calon Wakil Bupati Jepara kepada dirinya.
”Ini adalah amanah partai yang harus diterima dan disyukuri, dan saya siap memenangkan Pilkada Jepara,” ujar Dian Kristiandi, Selasa (20/9/2016).
Menurutnya langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan persiapan untuk mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara. Rencananya, pendaftaran akan dilakukan pada Jumat (23/9/2016) mendatang.
“Mesin partai sudah jalan jadi persiapan untuk mendaftarkan diri saya yakin bisa kami lakukan. Nanti setelah mendaftar ke KPU, kami akan mensosialisasikan ke masyarakat,” terangnya.
Di sisi lain, pasangan Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi memang sudah cukup untuk mencalonkan pasangan. Ini melihat dari hasil pemilu. PDIP memiliki 10 kursi sedangkan PPP memiliki 9 kursi. Hanya, PPP saat ini terpecah menjadi dua kubu.
Jumlah tersebut tentu masih butuh koalisi. Ini melihat kubu Subroto-Nuryahman juga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bahkan sudah memiliki koalisi yang patut diperhitungkan, yakni Golkar, Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.
Baik Golkar, Nasdem, dan PKB masing-masing saat ini memiliki lima kursi. Praktis, mereka sudah memiliki 15 kursi di parlemen. Sedangkan Hanura memiliki satu kursi, disusul PPP 9 kursi.
Sementara partai yang kini masih belum menentukan keberpihakan masih ada tiga. Yakni Gerindra yang memiliki 8 kursi, Demokrat dua kursi, dan PAN yang memiliki 1 kursi. (sumber : jepara Hari Ini)

Ribuan Pramuka dan Masyarakat Sambut Estafet Tunas Kelapa 2016 di Tugu Cikal Sukosono

serah terima estafet tunas kelapa dari kwaran tahunan ke kwaran kedung

Sukosono – Jum’at,(02/09/2016)  di desa Sukosono tepatnya diarea tugu cikal, yang merupakan perbatasan antara kecamatan tahunan dan kecamatan kedung, penuh dibanjiri oleh kwaran kedung, ribuan anak-anak pramuka yang membuat pagar betis dan juga masyarakat yang sangat antusias menyabut datangnya estafet 2016.  Pada estafet tunas kelapa ini, pemuda desa sukosono juga menambah hiburan untuk warga, dan anak – anak yaitu panjat pinang,  yang dipanjat oleh bapak-bapak warga desa sukosono. Salah satu warga mengatakan “sangat senang dan terhibur, karna estafet tunas kelapa ini hanya ada 2 tahun sekali dan alhamdulillah yang dijadikan tempat serah terima ada didesa sendiri. Dan kami juga sangat terhibur  dengan adanya panjat pinang yang di selenggarakan oleh pemuda ini, semoga saya berharap desa sukosono kedepan semakin rame dan maju, amin… ” tandas warga dalam keramean.

 Pasukan estafet tunas kelapa sampai di kwaran kedung atau di tugu cikal sukosono pukul 10.15 WIB. Kwaran kedung menerima estafet tunas kelapa dari Kwarran Tahunan yang diserah terimakan dari camat tahunan selaku Ketua Mabiran Tahunan, kepada Camat Kedung bapak Sisnanto Rusli selaku Mabiran Kedung, sekaligus dilakukan tanda terima dari kedua mabiran tersebut.
Setelah diadakan serah terima tunas kelapa dilanjutkan dengan pemberangkatan tunas kelapa menunju  kwaran pecangaan dengan disaksikan oleh tamu undangan. Disepanjang jalan  kurang lebih 5 km tunas kelapa disambut meriah oleh anggota pramuka para Pembina dan masyarakat yang berdiri disepanjang jalan yang dilalui oleh tunas kelapa.

Menurut salah satu pembina pramuka mengatakan, “Estafet Tunas Kelapa (ETK) bertujuan untuk memasyarakatkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda, meningkatkan pembinaan khususnya pada anggota Gerakan Pramuka Jawa Tengah serta dalam rangka menyemarakkan 55 Tahun Gerakan Pramuka”. “Estafet Tunas Kelapa sebagai ciri khas kegiatan Kwartir Daerah Jawa Tengah sekaligus sebagai kegiatan tradisi yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka yaitu membentuk manusia yang berkarakter, berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila,” kata Pembina.

Kwaran kedung menyampaikan, “Dengan dukungan dari berbagai pihak yang ikut menyambut dan meramaikan estafet tunas kelapa, kami merasa terharu dan bangga”. dan juga menambahkan “Terima kasih atas dukungan semua pihak, kususnya pemuda desa sukosono maupun warga, instansi, baik dalam bentuk spanduk, kegiatan – kegiatan penghibur dan penyambutan termasuk dari kamabigus – kamabigus, yang telah hadir, kami ucapkan banyak terima kasih atas kesuksesan kegiatan ini, Munkin tanpa bantuan dari semua pihak acara ini tak akan bisa sukses dan lancar. ” katanya.

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016
estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016
estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016

estafet tunas kelapa 2016
estafet tunas kelapa 2016
estafet tunas kelapa 2016

Bakti Sosial Menyambut Serah Terima Estafet Tunas Kelapa di Tugu Cikal Sukosono

Bakti sosial tugu cikal oleh pemuda

Sukosono (31/08/2016) Bersih – bersih dan bakti sosial yang berada di sekitar tugu cikal yang berda di desa sukosono perbatasan dengan desa petekeyan kecamatan Tahunan. Bakti sosial ini guna menyambut Estafet Tunas Kelapa (ETK)  kegiatan tradisi setiap 2 Tahun sekali yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagi alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka yaitu membentuk manusia yang berkarakter, berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila. Hal lain yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah memasyarakatkan Gerakan Pramuka, karena pada dasarnya Pramuka dan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan. 
Salah satu gerakan pemuda yang ikut bakti sosial mengatakan “bakti sosial ini merupakan kesadaran pada diri kami, dan suatu kebanggan tersendiri pada kami, karna serah terima ETK antara kecamatan tahunan dan kecamatan kedung berada di desa kami.” ujarnya. 
Berbekal keinginan tersebut maka Kwartir Daerah Jawa Tengah menyelenggarakan ETK Tahun 2016 dengan start dari 14 (empat belas) titik Kwartir Cabang Kabupaten/Kota, yang selanjutnya menuju satu titik di Kabupaten Karanganyar sebagai pusat Peringatan 55 Tahun Gerakan Pramuka Tingkat Jawa Tengah.
Rencananya, jum’at (2/08)  pukul 10.00 wib, akan sampai dan berlangsung serah terima perlengkapan ETK dari kecamtan tahunan ke kecamatan kedung yang bertempat di depan rumah bapak H.Maskuri (Nur Hidayah) Sukosono tugu cikal desa sukosono. 

 

Pendaftaran Calon Petinggi Dibuka

Panitia Pemilihan Petinggi (P3)

SUKOSONO – Kamis (25/8/2016) ini, pendaftaran calon petinggi di 24 desa di Jepara yang menggelar pemilihan petinggi (pilpet) serentak mulai dibuka, salah satunya desa kita sukosono. Pendaftaran bakal calon dilakukan mulai tanggal 25 kemarin sampai 2 September mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nor Isdiyanto. Menurut Arwin, untuk pemungutan suara dilaksanakan tanggal 14 November 2016.

Arwin menambahkan, dari 24 desa yang akan menggelar pilpet itu, 19 diantaranya masa jabatan petingginya sudah berakhir pada 2015 lalu dan kini diisi oleh penjabat (pj) petinggi, ada yang dari carik atau kecamatan, salah satunya adalah desa sukosono. Lima yang masih definitif yakni Desa Jambu, Sinanggul, Pekalongan, Bringin dan Pelemkerep. “Yang masa jabatannya habis memang diisi oleh Pj petinggi, hal ini demi pelaksanaaan pilpet serentak sesuai dengan amanat UU tentang desa,” katanya.

Salah satu panitia pelaksana petinggi (P3) desa sukosono Mengatakan dan mengajak, untuk  buruan mendaftar kepada panitia, karna waktu pendafran hanya 7 hari. Dan bagi warga yang ingin mendaftar untuk bisa menanyakan kepada ketua Rt setempat, atau bisa datang langsung ke sekretariatan Panitia Pemilihan Petinggi (P3) di balai desa sukosono pada jam kerja, ” katanya.

Menurut Arwin, jika tahun 2016 ini di jepara ada 24 desa yang menggelar pilpet serentak, maka gelaran pilpet selanjutnya baru akan dilakukan pada 2018 mendatang, yakni sebanyak 23 desa. “Untuk tahun 2017 tidak ada pilpet dikarenakan sudah ada agenda pemilihan bupati dan wakil bupati,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jepara yang akan menggelar pesta demokrasi pemilihan petinggi, diminta untuk tidak golput. Pasalnya, pilihan masyarakat inilah yang akan menetukan desa masing masing.

Dikatakan Marzuqi, selain menjaga kondusifitas wilayah, bupati juga mengajak memilih petinggi sesuai dengan hati nurani masyarakat. Tanpa tergiyur rayuan dan janji janji manis termasuk politik uang. Disampaikan perbedaaan pilihan adalah hal yang biasa dalam pesta demokrasi, akan tetapi persaudaraan adalah yang uatama. Kepada petinggi juga harus siap menang dan kalah.

24 Desa yang Gelar Pilpet Serentak 2016

  1. Kecamatan Keling: Bumiharjo
  2. Kecamatan Bangsri: Wedelan
  3. Kecamatan Pakisaji: Tanjung
  4. Kecamatan Mlonggo: Sinanggul dan Jambu
  5. Kecamatan Tahunan: Krapyak
  6. Kecamatan Batealit: Pekalongan dan Bringin
  7. Kecamatan Kalinyamatan: Purwogondo, Sendang, Margoyoso dan Bandungrejo
  8. kecamatan Kedung: Rau, Dongos dan Sukosono
  9. kecamatan Mayong: Mayong Lor dan Pelemkerep
  10. kecamatan Welahan: Gidangelo, Guwosobokerto, Kalipucang Wetan dan Kalipucang Kulon
  11. Kecamatan Karimunjawa: Karimunjawa, Kemojan dan Parang
    Maskot Pemilihan Petinggi desa Sukosono

    Jepara Berduka, Selamat Jalan Ibu Dra. Hj Cholilah Mawardi

    10431338_763647110322757_2724666095706851964_o
    Dra. Hj Cholilah Mawardi
    انا لله وانا اليه راجعون
    Sukosono – Sabtu 27 Agustus 2016 sukosono bahkan jepara berduka, telah berpulang ke haribaan Allah SWT,  Ibu Dra. Hj Cholilah Mawardi istri dari bapak K.H. Drs H Masjhadi Fasja, M.Ag. Beliau adalah putri seorang pendiri yayasan Matholiul Huda Bugel, Bapak KH.Mawardi. 
    Ibu Dra. Hj Cholilah Mawardi adalah sosok wanita inspiratif di jepara, beliau aktif di Fatayat Muslimat NU, Lakspesdam NU, Dosen INISNU Jepara, PMII, Guru matholiul huda bugel, pendiri yayasan sultan fattah jepara, mantan DPRD Jepara dan segudang kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu -persatu. “Beliau bukan hanya seorang ustadzah saja, tetapi beliau adalah seorang penggerak inspirator bagi perempuan jepara, beliau adalah kartini di masa sekarang”, dalam sambutanya bapak KH.Marzuki (Bupati Jepara). 
    Semoga dosanya diampuni dan ditempatkan pada sebaik baik tempat di sisi Allah.Selamat jalan Ustadzah….
    Selamat jalan Ibu Guru….
    Semoga segala amal kebaikan di terima oleh Allah SWT.
    Smoga ditempatkan pada surga paling indah Ustadzah..
    Semoga husnul khotimah..
    Amin… 
    اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها.
    لها الفاتحة …
    Ucapan berduka cita dari bapak subroto
     
    Ucapan berduka cita dari pc. muslimat nu kab. jepara
    Ucapan berduka cita dari Hj Ida Sa’adah