Lingkungan

Ayo Berantas Hama dengan Pestisida Nabati

Jumat 7 Februari 2020 telah diadakan program kerja dari mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP. Program tersebut diselenggarakan di Balai Desa Sukosono pada pukul 14.00 – 16.00 waktu setempat. Program kerja yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari bahan organic. Pelatihan ini dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik program studi Teknik Kimia untuk menghindari hama pada tanaman dan juga nyamuk Aedes aegypti. Desa Sukosono masih sangat dikelilingi oleh hutan dan pohon-pohon, namun untuk menghindari hama pada tanaman, masyarakat masih menggunakan pestisida kimia berbahaya. Oleh karena itu mahasiswa KKN UNDIP melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati untuk membantu menambah edukasi masyarakat terkait pemanfaatan bahan organic menjadi pestisida nabati.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh tim 1 KKN UNDIP yang dilanjutkan dengan tahlilan dan menyanyikan lagu mars PKK. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan manfaat pestisida nabati bagi lingkungan dan bahaya penggunaan pestisida kimia serta pelatihan pembuatan pestisida nabati. Acara ini dihadiri ibu-ibu PKK. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pestisida nabati sangat mudah dan terjangkau bagi warga sehingga sangat memungkinkan bagi warga untuk membuat pestisida nabati dan mengganti pestisida kimia berbahaya. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pestisida nabati adalah bawang putih, kunyit, lengkuas, serai, dan sabun cuci piring. Cara pembuatan pestisida nabati adalah sebagai berikut:

  1. Tumbuk dan haluskan bahan sampai halus
  2. Campurkan hasil tumbukan yang telah halus dengan air 500 ml, kemudian didihkan dan tambahkan 1 sentok makan sabun cuci piring. Aduk hingga merata dan diamkan selama 30 menit
  3. Saring campuran dari ampasnya kemudian masuukan 100 ml dari campuran ke dalam sprayer dan tambahkan air hingga 2/3 bagian botol

Cegah Gizi Buruk dengan “MAKBYUR”, Makan Buah dan Sayur Setiap Hari

Kamis, 6 Februari 2020 telah diadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan MPASI dan PMT dari buah-buahan dan sayur oleh salah satu mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP, Syifa Shidqi Putri. Kegiatan dilakukan bertepatan dengan Posyandu Balita yang dilaksanakan di Posyandu Kasih Ibu. Latar Belakang dari kegiatan ini adalah adanya permasalahan kesehatan yaitu gizi buruk yang masih saja terjadi di Desa Sukosono, hal ini dibuktikan dengan adanya pernyataan dari Bidan Desa bahwa Desa Sukosono merupakan desa dengan jumlah penderita gizi buruk terbanyak di Kecamatan Kedung. “ Untuk masalah kesehatan di sini itu gizi buruk mba, angka gizi buruk di Sukosono masih cukup tinggi, malah tertinggi di Kecamatan Kedung” tutur Bidan Anik.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada jam 09.00 WIB hingga selesai dengan susunan kegiatan yang pertama adalah memberikan materi mengenai pencegahan gizi buruk kemudian dilakukan dengan pengenalan MPASI dan PMT yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran. Untuk MPASI terbuat dari kentang, wortel, ayam, seledri, dan nasi sedangnya untuk PMT, mahasiswa KKN membuat contoh PMT dari bahan sayuran dan buah-buahan seperti wortel,tomat,buah naga, dan apel. Kegiatan ini berjalan dengan cukup lancar dilihat dari antusiasme ibu-ibu yang menghadirinya. Pembuatan MPASI dan PMT dari buah-buahan dan sayuran juga sebagai wujud untuk menyerukan gerakan makan buah dan sayur setiap hari ( MAKBYUR ).

Genosida Nyamuk Aedes Aegypti

Senin 27 Januari 2020 telah diadakan program kerja dari mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP. Program tersebut diselenggarakan di Balai Desa Sukosono pada pukul 09.00-11.00 waktu setempat. Program kerja yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dari bahan organic atau bahan dapur. Pelatihan ini dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik program studi Teknik Kimia untuk menghindari warga dari nyamuk Aedes aegypti. Desa Sukosono masih sangat dikelilingi oleh hutan dan pohon-pohon, serta tidak adanya TPA di desa ini menyebabkan pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti sangat tinggi. Oleh karena itu mahasiswa KKN UNDIP melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh tim 1 KKN UNDIP yang dilanjutkan dengan perkenalan dan juga pemaparan mengenai bahanya nyamuk Aedes aegypti  bagi warga sekitar, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk. Acara ini dihadiri oleh bidan dan kader-kader desa, ibu-ibu PKK dan juga perangkat desa. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan spray anti nyamuk sangat mudah dan terjangkau bagi warga sehingga sangat memungkinkan bagi warga untuk membuat spray anti nyamuk secara kontinyu. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan spray anti nyamuk ini adalah cengkeh, kulit jeruk, serai, dan air. Cara pembuatan spray anti nyamuk adalah sebagai berikut:

  1. Potong kecil-kecil kulit jeruk dan serai, kemudian campurkan kulit jeruk, serai, dan cengkeh dengan air 500 ml
  2. Haluskan bahan-bahan menggunakan blender. Jika tidak ada blender bahan dapat didiamkan selama 24 jam didalam air. Saring dan ambil ekstrak air dari bahan tersebut
  3. Tuang ekstrak ke dalam sprayer dengan air 100 ml. Spray anti nyamuk siap digunakan

Posyandu Balita

Tim I KKN UNDIP 2020 Desa Sukosono mengujungi posyandu untuk memantau berat dan tinggi badan balita di Desa Sukosono.

Kegiatan posyandu dilaksanakan secara berkala di Posyandu Desa Sukosono pukul 08.00 – 11.00 WIB, ditargetkan untuk memantau kesehatan balita.

Jumlah rata-rata balita yang ditimbang untuk masing-masing posyandu sebanyak 60 jiwa.

Berdasarkan informasi yang didapat dari pengukuran tinggi dan berat badan, mayoritas balita di Desa Sukosono mengalami kekurangan gizi. Hal ini disebabkan asupan gizi yang kurang mencukupi seperti kurangnya porsi makan dan kurangnya susu yang dikonsumsi untuk balita.

Dalam proses survei, salah satu perangkat desa, Bapak Muhammad Sholih menyampaikan bahwa kegiatan posyandu pada awalnya dikenakan biaya. Namun dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk menghadiri kegiatan posyandu maka digratiskanlah kegiatan posyandu.